Telaga Haudh

TELAGA HAUDH RASULULLAH

Aqidah

Telaga Haudh adalah tempat tergenangnya udara, dan Rasulullah menyebutkan telah menunjukkan bentuknya, bahwa ia adalah telaga yang besar; panjangnya (perjalanan sepanjang) sehari-hari, gelas-gelas yang ada di sana sebanyak bintang di langit. Barangsiapa yang minum dari sekali saja, dia tidak akan haus setelah itu selama-lamanya. Airnya lebih putih dari susu dan rasanya lebih manis dari madu.

Di antara pokok-pokok yang  diyakini  oleh  Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah yang shahih tentangnya dari Rasulullah ﷺ berupa perkara-perkara dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di Hari Kiamat nanti. Di antaranya adalah:

Telaga Haudh, di mana Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwah beliau memiliki sebuah telaga (Haudh)1

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ قَدْرَ حَوْضِيْ كَمَا بَيْنَ أَيْلَةَ وَصَنْعَاءَمِنَ الْيَمَنِ، وَإِنَّ فِيْهِ مِنَ الْأَبَارِيْقِ كَعَدَدِ نُجُوْمِ السَّمَاءِ

“Sesungguhnya lebar telaga adalah antara daerah Ailah dengan Shan’a di Yaman, dan di sana terdapat bejana minum bagaikan bintang-bintang di langit.” (HR. Al-Bukhari no.6580 dan Muslim no.2303)

Di Hari Kiamat di padang Mahsyar yang akan di datangi oleh orang-orang yang mengikuti dan beriman kepada beliau, kemudian mereka akan minum darinya, dan jika mereka telah minum darinya sekali saja meraka tidak akan haus selama-lamanya (setelah itu). Itu karena Hari Kiamat adalah hari yang dahsyat dan mencekam, dan juga panas yang sangat terik.

Sehingga akan terjadi kehausan yang sangat luar biasa, maka Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan telaga Haudh tersebut sebagai minuman bagi umat Rasulullah ﷺ. Dan kita ketahui semua bahwa air hujan yang Allah ‘Azza wa Jalla turunkan dari langit menghidupkan bumi dan menghidupkan jiwa-jiwa (yang gersang), dan demikian pula dengan telaga Haudh kelak, itu adalah minuman yang Allah ‘Azza wa Jalla anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya ketika mereka sangat membutuhkan air.

Dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,

حَوْضِيْ مَسِيْرَةُ شَهْرٍ، مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنَ اللَّبَنِ، وَرِيْحُهُ أَطْيَبُ مِنَ الْمِسْكِ، وَكِيْزَا نُهُ كَنُجُوْمِ السَّمَاءِ، مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا

“Telaga Haudhku seluas satu bulan perjalanan kaki, airnya lebih putih dari susu, wanginya lebih harum dari kasturi, dan gelas-gelasnya bagaikan jumlah bintang di langit. Barangsiapa yang minum darinya, maka tidak akan haus selama-lamaya.” (HR. al-Bukhari no.6579 dan Muslim no.2292)

Dan Rasulullah ﷺ juga telah mengabarkan bahwa Haudh tersebut akan didatangi oleh suatu kaum, akan tetapi mereka diusir dan dilarang minum darinya, di mana Rasulullah ﷺ bersabda,

يَارَبِّ أَصْحَابِيْ أَصْحَابِيْ. فَيَقُوْلُ اللّٰهُ ﷻ: إِنَّكَ لَا تَدْرِيْ مَاأَحْدَثُوْا بَعْدَكَ. فَيَقُوْلُ عَلَيْهِ لصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: سُحْقًا وَبُعْدًا لِمَنْ بَدَّلَ وَغَيَّرَ

“Wahai Rabbku, para sahabatku, para sahabatku”, maka Allah ﷻ menjawab, ‘Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang mereka buat-buat setelahmu.’ Maka beliau ﷺ bersabda, ‘Jauh dan sangat jauh bagi orang yang mengganti dan merubah (ajaranku)’.”

Dan yang dilarang mendekat kepada telaga Haudh itu juga adalah para ahli bid’ah yang menyesatkan dan menyalahi Rasulullah ﷺ , yang kafir dan murtad sesudah beliau,  meninggalkan as-Sunnah, berpandangan berdasarkan hawa nafsu dan rekayasa pikiran mereka dengan madzhab yang menyimpang. Mereka semua akan dicegah untuk mendekat dari Haudh Rasulullah ﷺ; karena mereka mengganti dan merubah petunjuk Rasulullah ﷺ. Dan tidak ada orang yang dapat mendatanginya kecuali orang-orang yang mengikuti Sunnah Rasulullah ﷺ; ucapan, perbuatan dan i’tiqad.

Sebagaimana ulama berpandangan bahwa telaga al-Kautsar yang disebutkan dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla,

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ

“Sesungguhnya kami telah memberimu (Muhammad) al-Kautsar (nikmat yang banyak).” (QS. Al-Kautsar: 1),

Adalah telaga Haudh itu sendiri. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa al-Kautsar maknanya adalah: kebaikan yang banyak dan tidak diragukan lagi bahwa telaga haudh masuk dalam kategori kebaikan yang banyak; karena memang ia adalah suatu kebaikan bagi umat ini. Inilah Haudh Rasulullah ﷺ, maka wajib diimani dan diyakini, dan hendaklah orang-orang senantiasa berpegang teguh dengan as-Sunnah, sehingga dia dapat mendatangi telaga Haudh Rasulullah ﷺ tersebut, dan tidak diusir darinya.

Wallahu a’lam bisshawaab

1 thought on “TELAGA HAUDH RASULULLAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *