SHALAT WANITA HAMIL BESAR YANG TIDAK BISA RUKUK DAN SUJUD

Artikel

SHALAT WANITA HAMIL BESAR YANG TIDAK BISA RUKUK DAN SUJUD

Wanita hamil besar bisa jadi kesulitan untuk melakukan rukuk dan sujud karena perut mereka membesar dan agak susah melipat atau membungkuk. Berikut ini tata cara shalat bagi mereka:

A.Kaidah umum cara shalat bagi orang yang tidak mampu.

Ibu hamil termasuk golongan yang tidak mampu. Maka mereka termasuk dalam kaidah ini, yaitu cara shalat orang yang tidak mampu secara umum. Sebagaimana dalam hadist,

صَلِّ قَائِمًا فَاِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَا عِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

“Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak mampu maka sambil duduk. Jika tidak mampu maka sambil berbaring. Jika tidak mampu maka sambil terlentang.”

Ini adalah kemudahan dari Allah ‘Azza wa Jalla, karena memang kita di perintah agar bertakwa sesuai dengan kemampuan kita, dan Allah ‘Azza wa Jalla tidak membebani melebihi kemampuan hamba-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghabun: 16)

Allah Ta’ala berfirman,

لَايُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّاوُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

B. IBU HAMIL BISA SHALAT SAMBIL DUDUK.

Jika ibu yang sedang hamil besar tidak bisa shalat, maka boleh shalat di atas kursi atau duduk di lantai, akan tetapi duduk di lantai lebih baik. Sebab, sunnahnya adalah shalat duduk bersila di lantai jika mampu.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin Rahimallah berkata,

فَإِنْ كَانَ لَا يَسْتَطِيْعُ الْقِيَامَ صَلَّى جَا لِسًاوَالْأَفْضَلُ أَنْ يَكُوْنَ مُتَرَبِّعًا فِي مَوْضِعِ الْقِيَامِ وَالرُّكُوْعِ

“Jika tidak mampu berdiri maka shalat dengan cara duduk dan yang paling baik caranya dengan duduk bersila pada posisi berdiri dan rukuk.”

Beliau juga menegaskan,

وَهَذَا التَّرَبُّعُ لَيْسَ وَاجِبًا، فَلَهُ أَنْ يَجْلِسَ كَيْفَمَا يَشَاءُ لِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: (فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَا عِدًا) وَلَمْ يُبَيِّنْ كَيْفِيَّةَ قُعُوْدِهِ

“Shalat duduk bersila bukanlah hal yang wajib, dia bisa shalat dengan cara yang dia inginkan (mudah), karena Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Jika tidak mampu maka dengan cara duduk.’ Beliau tidak menjelaskan tata cara duduknya.”

C.BISA BERISYARAT KETIKA RUKUK DAN SUJUD.

Jika mampu berdiri maka hendaknya berisyarat (lebih membungkuk sedikit) jika tidak mampu rukuk dan sujud secara sempurna. Dan ia tetap harus shalat dalam keadaan berdiri. Kemudian jika ia mampu duduk, ia duduk dan berisyarat ketika sujud.

Syaikh Abdul ‘aziz bin Baz Rahimallah berkata, “Barangsiapa yang mampu berdiri dan tidak mampu sujud atau rukuk, maka tidaklah gugur kewajiban berdiri. Dia tetap shalat berdiri dan berisyarat ketika rukuk (keadaan berdiri) kemudian duduk dan berisyarat untuk sujud. Dia jadikan sujudnya lebih rendah dari pada rukuknya. Jika tidak mampu sujud saja maka dia rukuk dan berisyarat ketika sujud. Kapanpun seorang sakit di tengah shalat tidak mampu berdiri, duduk, rukuk dan sujud maka seketika itu pula diwajibkan melakukannnya (isyarat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *