KEDUDUKAN ISTIQAMAH

Artikel
KEDUDUKAN
ISTIQAMAH

Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan NabiNya ﷺ dan orang-orang yang beriman agar istiqamah, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَاتَطْغَوْا

“Maka istiqamahlah (pada jalan yang benar), sebagaimana di perhatikan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersamamu.” (QS. Hud: 112).

Allah merangkaikannya dengan daakwah (mengajak kepada allah). Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَلِذٰ لِكَ فَادْعُ ۚ وَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ ۚ وَلَاتَتَّبِعْ اَهْوَآ ءَهُمْ

“Karena itu, serulah (mereka agar beriman) dan istiqamahlah (tetap beriman dan berdakwah), sebagaimana di perintahkan kepadamu (wahai rasul) dan janganlah kamu mengikuti keinginan hawa nafsu mereka.” (QS. Asy-Syura: 15).

Allah ‘Azza wa Jalla memuji mereka yang beristiqamah dan memberi mereka ganjaran pahalanya.

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah (meneguhkan pendirian mereka), maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian bersedih hati, dan bergembiralah kalian dengan (memperoleh) surga yang telah di janjikan kepada kalian.” (QS. Fushshilat: 30).

Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْافَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَاهُمْ يَحْزَنُوْنَ ﴿۱٣﴾ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۚ جَزَآءًبِۢمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir terhadap mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan bagi apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf: 13-14).

Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan beristiqamah disertai istiqfar (permohonan ampun). Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

فَا سْتَقِيْمُوْٓا اِلَيْهِ وَا سْتَغْفِرُوْهُ

“Maka istiqamahlah kalian (beribadah) kepada-Nya dan mohonlah ampunan kepada-Nya.” (QS. Fushshilat: 6).

Allah ‘Azza wa Jalla juga memerintahkan beristiqamah setelah di kabulkannya doa. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

قَالَ قَدْ اُجِيْبَتْ دَّعْوَ تُكُمَا فَاسْتَقِيْمَا

“Allah berfirman, sungguh telah diperkenankan permohonan kalian berdua, sebab itu istiqamahlah kalian pada jalan yang lurus.” (QS. Yunus: 89).

Allah ‘Azza wa Jalla menjadikan siapa yang menyimpang dari sikap istiqamah akan menyesal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَاَنْ لَّوِ اسْتَقَا مُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّآءًغَدَقًا

“Dan sekiranya mereka istiqamah (tetap berjalan lurus) di atas jalan itu (agama islam), kami benar-benar akan mencurahkan kepada mereka air yang banyak.” (QS. Al-Jin: 16).

Nabi ﷺ bersabda kepada orang yang bertanya kepada beliau,

قُلْ لِيْ فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ، فَقَالَ: قُلْ: آمَنْتُ بِاللّٰهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ

“Katakanlah kepadaku di dalam Islam, suatu ucapan yang aku tidak akan menanyakannya kepada seorang pun selainmu.” Beliau bersabda, “Ucapkanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istiqamahlah.” (HR. Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *