Adab memberi nama

ADAB MEMBERI NAMA

Hadits

Adab memberi nama dalam islam telah diatur dengan berbagai dalil seperti dalam beberapa hadits yang akan disebutkan dibawah ini.

LARANGAN MEMAKAI KUNIYAH (JULUKAN) DENGAN ABUL QASIM DAN PENJELASAN NAMA-NAMA YANG DI SUNNAHKAN.

حَدِيْثُ أَنَسْ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: دَعَا رَجُلٌ بِالْبَقِيعِ يَاأَبَا الْقَاسِمِ فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: لَمْ أَعْنِكَ قَالَ: سَمُّوا بِاسْمِى وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِى

Anas Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Ada seseorang memanggil kawannya di Baqi Hai Abul Qasim.” Maka Nabi ﷺ menoleh, lalu orang itu berkata: “Bukan engkau.”

Maka Nabi ﷺ bersabda: “Pakailah namaku tetapi jangan memakai julukanku (yakni Abul Qasim).

Jabir bin Abdillah Al-Anshari Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Ada seorang sahabat Anshar mendapat putra dan di namakannya Qasim, maka sahabat Anshar lainnya berkata kepadanya:

‘Kami tidak akan memanggilmu Abul Qasim, dan kami tidak akan menghormatimu dengan itu.’

Maka orang tersebut memberitahu Nabi ﷺ : ‘Ya Rasulullah, aku mendapat putra dan aku namakan Qasim,

Tetapi sahabat Anshar berkata kepadaku bahwa mereka tidak akan memanggilku Abu Qasim, dan mereka pun tidak menghormatiku dengan itu.’

Maka Nabi ﷺ bersabda: ’Benar sahabat Anshar itu! Pakailah namaku, tetapi jangan menjuluki dengan julukanku, karena sesungguhnya hanya akulah ‘Qasim’.” (HR. Bukhari)

حَدِيْثُ جَابِرٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: وُلِدَلِرَجُلٍ مِنَّا غُلَامٌ فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ فَقُلْنَا: لاَنَكْنِيكَ أَبَا الْقَاسِمِ وَلاَ كَرَامَةَ

فَأَخْبَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: سَمِّ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ

Jabir Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Ada seseorang dari suku kami mendapat putra dan dinamainya Qasim,

maka kami katakan kepadanya: Kami tidak akan memanggilmu Abul Qasim dan tidak akan menghormat dengan panggilan itu.’

Maka dia memberitakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ, lalu Rasulullah ﷺ bersabda: ’Namakan putramu Abdurrahman.’”

حَدِيْثُ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: سَمُّوا بِاسْمِى وَلاَتَكْتَنُوا بِكُنْيَتِى

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Abul Qasim ﷺ bersabda: ‘Pakailah namaku  dan jangan menjuluki dengan julukanku (Abul Qasim).’”

SUNNAH MENGGANTI NAMA YANG JELEK DENGAN NAMA YANG BAIK

حَدِيْثُ أَبِى هَرَيْرَةَ أَنَّ زَيْنَبَ كَانَ اسْمُهَا بَرَّةً فَقِيْلَ تُزَكِّى نَفْسَهَا فَسَمَّاهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَيْنَبَ

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Dahulunya Zainab itu benama Barrah, untuk menunjukan kebaikan dirinya, lalu oleh Nabi ﷺ diganti menjadi Zainab Radhiyallahu ‘Anha.

HARAM MEMAKAI NAMA MALIKUL  AMLAK (RAJA DIRAJA) DAN MALIKUL MULUK

حَدِيْثُ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَخْنَعُ الأَسْمَاءِ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى بِمَلِكِ الأَمْلاَكِ

Abu huraira Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Nabi ﷺ bersabda: ‘Nama yang sangat hina di sisi Allah ialah orang menamakan dirinya Malikul Amlak (raja dari semua raja).’”

Demikian beberapa hadits yang mengatur tentang adab memberi nama dalam islam

Wallahu a’lam bisshawaab

2 thoughts on “ADAB MEMBERI NAMA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *