adab bertamu

ADAB BERTAMU

Hadits

Islam mengatur adab-adab dalam kehidupan sehari-hari, termasuk adab dalam bertamu. Adapun adab bertamu antara lain:

Minta Ijin

حَدِيْثُ أَبِى سَعِيدٍ اَلْخُدْرِىِّ قَالَ:  كُنْتُ فِى مَجْلِسٍ مِنْ مَجَالِسِ الأَنْصَارِ إِذْجَاءَ أَبُومُوْسَى كَأَنَّهُ مَذْعُورٌ فَقَالَ: اسْتَأْذَنْتُ عَلَى عُمَرَثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى فَرَجَعْتُ فَقَالَ: مَامَنَعَكَ قُلْتُ: اسْتَأْذَنْتُ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لِى فَرَجَعْتُ وَقَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا اسْتَأْذَنَ أَحَدُكُمْ ثَلَاثًا فَلَمْ يُؤْذَنْ لَهُ فَلْيَرْجِعْ فَقَالَ: وَاللَّهِ لَتُقِيمَنَّ عَلَيْهِ بِبَيِّنَةٍ أَمِنْكُمْ أَحَدٌ سَمِعَهُ مِنَ االنَّبِىِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أُبَىُّ بْنُ كَعْبٍ: وَ اللَّهِ لَايَقُومُ مَعَكَ إِلَّا أَصْغَرُ الْقَوْمِ فَكُنْت أَصْغَرَ الْقَوْمِ فَقُمْتُ مَعَهُ فَأَخْبَرْتُ عُمَرَ أَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ذَلِكَ

Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Ketika aku sedang berada di majelis sahabat Anshar tiba-tiba Abu Musa datang bagaikan orang ketakutan, lalu berkata: ‘Aku datang ke rumah Umar dan minta izin tiga kali, tetapi tidak diizikan, maka aku kembali. Tiba-tiba Umar memanggil aku kembali dan bertanya: ‘Mengapakah engkau kembali?’ Jawabku: ‘Aku sudah minta izin tiga kali dan tidak mendapat izin maka aku kembali, sedang Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Jika seorang telah minta izin sampai tiga kali, dan tidak diizinkan, hendaknya kembali.’ Maka Umar berkata: ‘Demi Allah, engkau harus membawa bukti kebenaran keteranganmu itu. Apakah ada di antara kalian yang mendengar hadits ini dari Nabi ﷺ?’ Ubay bin Ka’ab menjawab: ‘Demi Allah, tidak ada yang berdiri bersamamu ini kecuali yang termuda di antara kita.’ Maka aku adalah orang yang paling muda, maka aku berdiri bersama Abu Musa dan memberi tahu kepada Umar bahwa Nabi ﷺ telah bersabda sedemikian itu.’” (HR. Al-Bukhari)

Orang Yang Mengetuk Pintu Jika Ditanya Tidak Boleh Menjawab: “Aku”

حَدِيْثُ جَابِرٍ رَضِىَ اللّٰهُ عَنْهُ قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِىَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى دَيْنٍ كَانَ عَلَى أَبِى فَدَقَقْتُ الْبَابَ فَقَالَ: مَنْ ذَا فَقُلْتُ: أَنَا أَنَا كَأَنَّهُ كَرِهَهَا

Jabir Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Aku datang ke rumah Nabi ﷺ untuk membayar hutang ayahku, maka aku mengetuk pintu, lalu ditanya: ‘Siapakah itu?’ Jawabku: ‘Aku.’ Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Aku … aku.’ Sepertinya Nabi ﷺ tidak suka dengan jawaban itu.” (HR. Al-Bukhari)

Adab Bertamu berikutnya adalah Haram Melihat Kedalam Rumah Orang Lain

حَدِيْثُ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِىِّ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ فِى جُحْرٍ فِى بَابِ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَعَ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِدْرًى يَحُكُّ بِهِ رَأْسَهُ فَلَمَّا رَآهُ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْ أَعْلَمُ أَنْ تَنْتَظِرَنِى لَطَعَنْتُ بِهِ فِى عَيْنَيْكَ قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا جُعِلَ الإِ ذْنُ مِنْ قِبَلِ الْبَصَرِ

Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi berkata: “Ada seorang mengentai dari lubang di pintu Rasulullah ﷺ . ketika itu di tangan beliau ﷺ ada sisir besi yang biasa digunakan menggaruk kepalanya. Ketika Nabi ﷺ melihatnya, beliau bersabda: ‘Andaikan aku mengetahui bahwa engkau mengintai aku,pasti aku cocokkan besi ini di kedua matamu.’ Lalu Nabi ﷺ bersabda: ‘Sesungguhnya diadakan peraturan minta izin hanya untuk (menjaga) mata.’” (dikeuarkan oleh bukhari  pada kitab ke-77, kitab diyat bab ke-23, bab barangsiapa yang melihat ke dalam rumah satu kaum, lalu mereka menusuk matanya, maka tidak ada diyat)

حَدِيْثُ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ مِنْ بَۢعْضِ حُجَرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِشْقَصٍ أَوْبِمَشَاقِصَ فَكَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَخْتِلُ الرَّجُلَ لِيَطعُنَهُ

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Ada orang mengintai rumah Nabi ﷺ maka Nabi ﷺ langsung berdiri membawa panah yang panjang (misyqash), aku perhatikan beliau berjalan perlahan untuk menusuknya.” (HR. Al-Bukhari)

حَدِيْثُ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: لَوِ اطَّلَعَ فِى بَيْتِكَ أَحَدٌ وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ خَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأتَ عَيْنَهُ مَاكَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحِ

Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu mendengar Nabi ﷺ bersabda: “Bila ada orang yang mengintai rumahmu tanpa izin, kemudian engkau melemparnya dengan batu sampai tercungkil matanya, maka tiada dosa bagimu.” (HR. Al-Bukhari)

Wallahu a’lam bisshawaab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *